Minggu, 01 Juni 2014

Wana Wisata Gunung Bromo, Potensi Wisata yang Terlupakan

Share it Please
Waktu kecil, ada gunung yang akan meletus. Rupanya gunung yang akan meletus tersebut adalah gunung Bromo. Saya pikir gunung Bromo sama mBromo(sebutan wana wisata gunung Bromo untuk daerah saya, kebiasaan orang daerah sini menambahkan m pada kata berawalan B seperti Bromo jadi mbromo) itu sama ternyata berbeda. Mbromo adalah salah satu kebun milik pemerintah yang digunakan sebagai wana wisata.

Wana wisata gunung Bromo atau Mbromo ini terletak di Delingan, karanganyar, kabupaten karanganyar. Letaknya tidak jauh dari waduk Delingan. Saya waktu kecil bersama pakde saya dan keluarga datang kesini. Pengunjungnya lumayan banyak waktu itu. Ada arena bermain anak-anak dan tempat lesehan, banyak pedagang yang berjajar disana.

Sekarang setelah sekian lama tidak datang kesana lagi kabarnya wana wisata tersebut telah mangkrak. Kabar ini saya lihat dikoran solopos beberapa waktu yang lalu. Pengunjung sangat sepi, arena bermain terlihat usang tidak terawat. Begitulah sedikit berita yang saya baca mengenai bromo di koran tersebut.
Hal ini, membuat saya semakin penasaran ingin kesana melihat langsung kondisi wisata yang terbengkelai, mungkin saja wisata ini kurang peminatnya karena pengelolaan yang kurang baik sehingga tidak ada inovasi dalam menarik pengunjung.

Perlunya perhatian pemerintah sangat diperlukan apalagi ini merupakan salah satu tempat wisata bagi keluarga. Tempatnya di area hutan membuat wana wisata ini semakin mengukuhkan diri sebagai wana wisata yang perlu dikembangkan.

Ironisnya, berbeda dengan wana wisata sekipan yang cukup baik dikelola. Wana wisata sekipan merupakan salah satu wana wisata yang dikelola oleh PTPN yang terletak di Tawangmangu. Hampir setiap akhir pekan digunakan untuk outbond maupun kemah. Lalu bagaimana dengan wana wisata mBromo?

Sebenarnya potensi wisata ini bisa saja di gali, tergantung bagaimana mengembangkan potensi wana wisata.
Swaktu saya kesana untuk membuktikan ternyata kondisinya cukup parah. Tak seperti dulu saat saya waktu kecil yang ramai hiruk pikuk pengunjung. Sepertinya wana wisata Bromo ini menjadi mati suri.
Hanya saya waktu itu yang kesana, tapi kemudian di susul ada dua orang lagi. Waktu itu saya tak menemui satu petugas pun.

Saya pun ingin menjelajahi lebih dalam karena masih penasaran dengan hutan di wana wisata ini. Namun saya urungkan niat saya karena segerombolan nyamuk menyerang saya.

Saya lalu membalikkan badan dan mulai melihat-lihat bangunan tsb. Sepertinya bangunan ini memang sudah tak layak pakai.

Setelah itu saya melongok di sebelahnya, ternyata ada ratusan tanaman kunyit yang di sebar di hutan ini sungguh fantastis ada ratusan species. Namun karena tak ada petugas saya tidak bisa bertanya. Padahal bisa di manfaat sebagai potensi wisata di daerah karanganyar. Mengingat tempatnya yang tidak jauh dari kota.


Jika menjadi wisata maka akan menambah deretan wisata yang wajib dikunjungi di daerah Karanganyar selain Tawangmangu.

Warung Blogger


8 komentar:

  1. Potensi wisata Gunung Bromo tidak hanya memiliki wisata alam yang indah, namun lebih dari itu kita dapat menemukan banyak jenis tanaman obat di sana ya Mba ? Rasanya jadi kangen ke Bromo lagi nih :D

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak.. tapi ini Bromo yang di Karanganyar, bukan Gunung Bromo di Jatim Pak he

      Hapus
    2. Awalnya terkecoh juga, dari judul, kukira sama.hehe...
      Sayabf sekali ya mbak, wanawisatanya tidak diurus. Padahal kan bisa jadi pariwisata daerah seperti Tawang Mangu. Atau Cipendog di Purwokerto yg baru saya datangi bulan Mei kemarin.
      Semoga tulisan ini memberi sumbangsih untuk pemkot agar mengembangkan wanawisata di sini.

      Hapus
  2. hehe iya mbak Susi, semoga bisa jadi potensi wisata lagi..

    BalasHapus
  3. ternyata beda gunung bromo nya ya...

    BalasHapus
  4. menyenangkan sekali ya sepertinya kalo bisa berwisata ke gunung bromo

    BalasHapus

Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates