Senin, 20 April 2015

Dengan KA Majapait, Aku Datang Ke Jakarta

Share it Please
Hari selasa tanggal 14 April 2015 kemarin, saya di hubungi oleh Kompasiana, saya merupakan salah satu dari 10 finalis yang di undang ke Jakarta untuk meliput acara SCM Summit 2015 yang diadakan oleh SKK Migas, Petronas, dan BP.

Masalah justru datang setelah telepon berdering, karena hari itu juga harus pergi ke Jakarta. Saya bingung harus naik apa, lalu dengan cepat aku putuskan untuk naik kereta. Tapi aku belum pesan sebelumnya sehingga langsung pesan di Stasiun Balapan saja.

Setelah magrib, aku dan suamiku mengawali perjalanan dari Gemolong ke Jakarta. Perjalanan dari gemolong menuju Stasiun balapan cukup lama. Normalnya adalah satu jam, tapi karena kami mampir untuk shalat isya dan hujan pun melanda sehingga sampai stasiun balapan lebih lama dari yang saya prediksi.

Sampai di stasiun balapan Solo pukul 08.00 langsung saja saya memesan tiket kereta api yang menuju jakarta.

" Pak, tiket ke Jakarta masih ada?" tanyaku kepada penjaga loket di stasiun kereta api Solo Balapan.
" Tinggal kereta api Bima, dengan harga 495.000 rupiah"

Waduwh mahal amat. Selanjutnya saya browsing ternyata masih ada tiket kereta api Majapait, Kereta Majapait ini di banderol dengan harga 220.000, berbeda dengan kereta api Matarmaja yang hanya 115.000 rupiah. Awalnya saya ingin memesan KA Matarmaja sayangnya sudah habis. Saya pun harus memutuskan saat itu juga. Akhirnya kereta api Majapait jurusan Solo Jebres- Senen Jakarta ada di tangan. KA Majapait berangkat pukul 01.00 dini hari dari stasiun jebres.

Tiket Kereta Api Majapait

Untuk menunggu kereta jam 01.00, kami berkunjung ke rumah saudara yang ada di Pasar Kliwon. Jarak Solo Jebres dengan Pasar Kliwon lumayan dekat, naik sepeda motor sekitar 15 menit saja.

Pukul 01.00 kereta api Majapait meluncur ke Jakarta. Saya pikir kereta ini akan lewat jalur selatan, ternyata salah. KA Majapait ternyata melewati jalur utara lewat Semarang. Yang tak kalah mengagetkan ternyata kereta tersebut juga melewati Gemolong, rumah kontrakanku.

KA Majapait, menaikkan dan menurunkan penumpang di beberapa stasiun. Saya sedikit lupa, yang saya ingat di stasiun Semarang Tawang, stasiun Cirebon, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, dan terakhir di stasiun Pasar Senen,

Kereta api ini merupakan kereta api ekonomi dengan beberapa fasilitas berbeda sesuai harga tiket, dan gerbong. Pada saat itu kereta Majapait masih banyak kursi yang kosong, beberapa orang memanfaatkan tempat kosong untuk tidur. Saya duduk di gerbong 5, di depan saya ada  seorang ibu yang baru saja pulang dari Tulungagung menuju Jakarta Timur.

Kami mengobrol dengan Bu Yanti, seorang ibu yang tempat duduknya tepat di depan saya, kami bercerita kesana kemari, dan akhirnya tiba juga di stasiun Bekasi, beliau turun, dan saya belum turun.

Pukul 10.00 kami tiba di stasiun senen. Untuk pertama kalinya saya ke Jakarta naik kereta api, dan untuk pertama kalinya saya berada di stasiun senen. Pengalaman baru dengan naik kereta api Majapait yang mengantar saya datang ke Jakarta.

Pelajaran yang bisa di petik

Naik kereta api tak seperti dahulu, kalau dulu beli di stasiun sekarang tak perlu di stasiun, bisa ke online. Kalau beli di indomaret atau alfamart biasanya kena biaya 7500. Ada lagi jika bepergian sebaiknya reservasi tiket jauh jauh sebelumnya jangan sampai kehabisan tiket, tiket KAI bisa di pesan 3 bulan sebelumnya. Sekarang naik kereta api hampir mirip dengan pesawat, pesan tiket online minimal 12 jam sebelum pemberangkatan, sedangkan pesawat min 1-2 hari

Semoga cerita ini bisa berlanjut, tunggu cerita selanjutnya.

4 komentar:

  1. Oh, Mbak Suci orang Solo ya? Kenalan dulu, Mbak. Saya orang asli Solo, hehehe...
    btw, kok baru tahu kalo keretanya lewat Gemolong? hihi..

    BalasHapus
  2. Iya mbak salam kenal. Saya kira lewat Purwokerto mbak, ternyata lewat semarang...

    BalasHapus
  3. Waaah mbak Suciana ini memang langganan menang, ke Jakarta terus. Sukses ya mbak :D

    BalasHapus

Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates