Minggu, 10 Mei 2015

Sehari Menikmati Sudut Kota Madiun

Share it Please
Hari Sabtu kemarin, saya pergi ke Madiun. Perjalanan di mulai dari Ngawi sekitar pukul 08.30 dan sampai di Madiun sekitar pukul 09.30. Saya pergi menggunakan kendaraan beroda dua kesayanganku yaitu Honda beat yang super irit.

Tujuan saya pergi ke Madiun ingin beli cetakan coklat, untuk melanjutkan bisnis coklat praline yang sempat tertunda. Tahun kemarin saya juga membeli cetakan coklat di Madiun. Saya membeli cetakan di depan mall Madiun. Tahun kemarin harga berkisar 8000-9000 rupiah, namun tahun ini sudah naik sekitar 10.000- 11.000 rupiah.

Sebelum saya membeli cetakan saya mampir dulu ke Mall Madiun. Di Matahari departemen store rupanya banyak diskon seperti biasa kepincut. Memang tujuan awal saya membeli sepatu karena sepatu yang saya pakai sudah tak muat di kakai saya. Mungkin ini efek berat badan yang makin naik. Saya pun juga berniat membeli tas. Di Mall ini banyak menjual tas, sepatu yang cantik, jadi semakin bingung memilihnya, kemarin saja ada diskon sepatu fladeo harga 99.000 untuk sepatu wanita dan 129.000 untuk sepatu laki-laki, sangat jauh dari harga normalnya.

Saya melihat banyak orang yang mencoba-coba sepatu, sepertinya mereka akan membeli, mecoba memanfaatkan diskon yang ada. Maklum, kalau tak diskon mungkin harga tak cukup dikantong.
Kali ini saya tak berhasil mendapatkan sepatu fladeo karena hampir semuanya tak muat.

Saya kemudian beranjak meninggalkan stan fladeo, melihat merk lain yang menarik hati. Saya menemukan sepatu dengan merk kickers, bagus banget, harganya juga mahal, tapi sebanding dengan keunikan sepatu, karena memang beda dengan yang lainnya. Lagi-lagi saya harus berpikir lagi untuk membelinya karena harganya cukup menguras kantong. Setelah memilih sepatu yang pas, akhirnya saya menemukan sepatu yang pas dan harganya juga pas.

Selanjutnya seperti yang saya ceritakan tadi, membeli cetakan coklat, saya paginya sempat kesana namun belum buka, baru pukul setengah sepuluh lebih aru buka, sehingga saya tinggal untuk mampir mall dulu. Saya lalu membeli cetakan coklat dengan berbagai jenis. Insyaallah saya akan melancarkan bisnis coklat pralin isi kurma lagi.

Masjid Agung Madiun

Setelah itu saya dan suami ke Masjid Agung Madiun yang terletak di dekat alun-alun Madiun untuk menunaikan sholat dhuhur. Arsitektur masjid agung ini cukup bagus. Masjid tersebut cukup luas, di depan ada menara. di samping kanan masjid tempat wudhu wanita, di samping kiri tempat wudu laki-laki. Saya ke sini sudah dua kali tahun ini dan tahun lalu. Oh ya, tempat wudhu wanita gak terlalu tertutup, jadi untuk wanita haru hati-hati ya. Pernah juga ada bapak-bapak yang wudhu di tempat wanita, ups mungkin tak tahu.
Masjid Agung Madiun

PT INKA Madiun

Setelah, sholat kami penasaran dengan pabrik PT INKA, sebuah pabrik BUMN yang membuat lokomotif kereta api yang terletak di Jalan Yos Sudarso No 71. Pabrik ini berdekatan dengan stasiun Madiun. Kami pun segera meluncur untuk melihat lokasi pabrik. Ada rasa ingin menjelajah pabrik, tapi apakah boleh menjelajah pabrik. Semoga saja lain kali di undang ke pabrik INKA ya, ngarep banget.

PT Inka

Setelah jalan-jalan saya lalu lanjut ke Mall madiun, dan mall Sri Ratu yang cukup berdekatan. Saya ingin membeli tas, dan akhirnya pilhan jatuh ke Mall Madiun, yang tadi pagi sempat saya kunjungi.

Siangnya saya berencana untuk membeli ayam gandu di daerah Magetan, namun perut keburu menjerit. Akhirnya saya putuskan untuk makan di warung dekat Sri Ratu. Saya memesan ayam penyet tapi sambal-nya di blender jadi kurang mantap. Untuk ayam penyet dengan porsi kecil plus es teh di hargai 15000 per orang. Kalau makan di rumah 15.000 bisa membeli sayur  yang banyak.

Sebenarnya saya belum puas berkeliling Madiun, tetapi hari semakin sore jadi kami putuskan untuk menyudahi jalan-jalan ke Madiun ini. Pukul 15.00 saya kembali ke Masjid agung Madiun untuk menjalankan sholat ashar.  Lalu istirahat sebentar kemudian pulang ke Ngawi. Saat perjalanan pergi pulang kami melewati bandara udara ISwahyudi. Saat pulang saya sempat mengabadikan gambarnya.

Landasan Udara Militer Iswahyudi

Catatan

Perjalanan Ngawi-Madiun membutuhkan waktu 30-60 menit tergantung kecepatan. Jalan ramai lancar, jalan lumayan baik.

Di Madiun merupakan kota kecil yang mirip dengan kota Solo, tetapi lebih ramai Solo. Madiun banyak mall yang berdekatan, hal ini perlu menjadi catatan.

9 komentar:

  1. Hmmm sudah lama nggak nyekar simbahku di Madiun. Mbah kakungku pensiunan pjka. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Madiunnya mana mbak Lusi, wah ternyata keturunan Madiun toh hhe

      Hapus
  2. pingin ah sekali kali nyangsang ke madiun....

    kotanya elok sekali ya mb

    BalasHapus
  3. beli cetakan di madiun nama tokonya apa mbak?

    BalasHapus
  4. ndak mampir ke Suncity Waterpark mbaaak>

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum sempat mbak, insyaallah kali lain bisa di coba

      Hapus
  5. Pecelnya ga di sikat sih mbak .?? Enak loh itu .😊

    BalasHapus

Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates