Rabu, 12 Agustus 2020

Pertama Kali Sholat Idhul Adha Saat New Normal


Sholat idul adha dengan protokol kesehatan, cek suhu badan , pakai masker jaga jarak per keluarga telah terlaksana. Alhamdulillah.


Sedikit cerita, sholatnya lapangan di samping rumah, berhubung tempat putri ada di gang selatan, 2 gang setelah rumah, maka harus muterin. 


Musa memakai faceshield. Anteng dia. Pas antri di cek suhu dia mendengar kambing mengembik. Padahal kambing sudah di kasih tirai hijab, masih sempat dia melihat kambing juga. Senangnya hati dia.


Sampai di tempat sholat. Lalu sholat. Pas sholat dia nangis, di ikuti bayi lain, langsung digendong diam. Pas Musa diam bayi lain ikut diam. Pas diturunkan nangis lagi gendong lagi. Suhu tubuh agak rendah karena hawa dingin. Jadi mungkin dia kedinginan. 


Kemudian mendengar tausyiah. Sedikit tausyiah tentang hari jumat. Hari jumat adalah dimana Nabi Adam diciptakan, dimasukkan kedalam surga. Pada hari jumat pula kiamat akan terjadi. Tentang ilmu. Lalu tentang ikhlas. Pas akhir-akhir ada nasehat untuk bersama pemerintah, bersama jamaah, saudara muslim lain yang seiman. Dinasehatkan pula bila wanita menjaga sholat lima waktu, menjalankan puasa di bulan Romadhon dan taat pada suami, udkhulul jannah, masuklah ke Surga..( maaf hanya sebagian, sebagian terpotong, sebagian lupa sebagian tidak fokus).


Musa sudah kode minta ASI. Ntar lah nunggu pulang. 


Pulang di kasih jalan yang berbeda dengan yang masuk tadi. Alhamdulillah sampai rumah. 


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

Lanjut membaca →

Sabtu, 01 Agustus 2020

Rumah Kontrak di Gemolong : Grand City Park

Pengalaman Tinggal di Perumahan Grand City Park Gemolong Sragen

Putri, tetanggaku waktu mengontrak di Godekan Gemolong mengirimi pesan, bahwa saya harus berkemas karena rumah yang kami kontrak mau dipakai oleh yang punya.

Waktu itu kami memang berencana pindah, tetapi tidak secepat itu, kami masih libur lebaran di rumah Mbah Ngawi, langsung disuruh berkemas. Kaget iya.

Rumah Grand City Park

Suami sesegera mencari info dan mencari kontrakan yang ada di Gemolong. Jatah liburan ke Mbah Ngawi akhirnya terpotong karena kami harus berkemas barang-barang.

Akhirnya kami pulang dari Ngawi singgah di Simbah Karanganyar dahulu sampai dapat kontrakan lagi.

Alhamdulillah suami sudah dapat kontrakan tepatnya bulan Juli 2018 kami melakukan pindahan besar-besaran. Saat memulai hidup baru di Grand city park. Rumah kontrakan kami listrik air mati, tapi kami perbaiki. Watafel rusak kami perbaiki, dan masih banyak lain yang kami perbaiki mengganti lampu mati dll.

Tahun pertama kontrak di perum grand city bagian belakang belum ditutup tapi tahun kedua sudah ditutup alhamdulillah.

Kami mengontrak sekitar 7 juta awalnya, belum dana perbaikan masih banyak.

Selama kurang lebih kurun 2018-2020 kami menghabiskan waktu di sana.

Tetangganya baik baik masyaallah. Di samping saya ada Mamah Nita, Nita ini seumuran dengan Ibrahim jadi kadang bermain.

Depan rumah pas awalnya ada Bu Yogi , 2 anak, dan 1 ART. Anak yang kecil namanya Abi, ini juga teman bermain anak saya, tapi dia pindah lalu ada lagi yg ngontrak.

Depan agak kiri ada bu bidan dan anaknya namanya Shaqila, teman sebaya Ibrahim.

Lalu samping kiri ada bu guru. Sebelah kiri ada Mbak Chaca, anaknya namanya Keyla.

Depan kanan ada mushola yang baru saja selesai di bangun. Dulu nya awal kesana masih kebon, tapi dua tahun kemudian sudah jadi mushola.

Saya tinggal di gang selatan. Ada Mami akio, Mbak indah sani, Mbak Tini, buk dokter gigi, Mbah yono, Mamah nita, Mbak kiki, Mbak caca dan lainnya lupa.

Kalau di gang utara ada Pak polisi, Mbak Yenny, Mbak Watik juragan galon, Mbak Dita, Mbak Nana, Bu Mingun, Bu ragil, Mbak Tiara, Mbak Titis , Bu budi, Bu narso dll.

Rozin collection nama toko online saya juga stok baju di rumah sini. Sampai umpel-umpelan alhamdulillah. Kami juga menyambi jualan baju muslim.

Untuk kegiatan sosial ada pertemuan RT bapak-bapak dan ibu-ibu sendiri sendiri. Ada pertemuan bapak-bapak perumahan, ada juga pertemuan ibu ibu khusus perumahan. Pertemuan ibu ibu perumahan dilaksanakan malam hari bergilir tiap bulan siapa yang dapat arisan. Biasanya ada iuran 40 ribu. Kalau ikut arisan dan menabung bisa menyesuaikan.

Untuk sampah biasa diambil pak satpam uang sampah minimal 20 rb diatas itu boleh boleh saja. Nah kalau bisa dikasih pas atau lebih ndak papa tapi diingat-ingat saja dikasih berapa bulan itu biar gak salah.

Waktu awal tinggal di sana Musa belum lahir, dan lahir tahun 2019. Sekarang Musa sudah bisa jalan. Akhir-akhir mau pindah dia bisa jalan. Senangnya kesana kemari memanggil Mi, Mi, Mi

Kejadian paling heboh itu kejadian ambruknya  aula di taman, bersamaan dengan kasus aula SMK Miri yang ambruk.

Sekarang 2020 bulan Juli, kami sudah pindah ke Pendem dekat dengan pondok. Semoga hidup di sini berkah aamiin.
Lanjut membaca →

Sabtu, 25 Juli 2020

Pengalaman Sakit Gigi, Lebih Baik Pergi Ke Dokter atau Berobat Mandiri

Siapa yang pernah merasakan sakit gigi? Sakit gigi itu rasanya sampai bisa bikin demam tapi orang lain gak bakalan menjenguk kamu.  Sakit gigi ada banyak penyebabnya, yang paling sering diakibatkan oleh bakteri.

Penyebab lain sakit gigi, antara lain


  • Akumulasi sisa-sisa makanan di antara gigi kamu, terutama bila gigi memiliki ruang di antara mereka.
  • Peradangan atau infeksi pada akar gigi atau di gusi.
  • Tiba-tiba mengalami patah gigi.
  • Abses periodontal.
  • Pembengkakan gusi akibat gigi tumbuh.
  • Sinusitis.

Tempat ronsen gigi

Sakit gigi karena gigi berlubang


Mengapa kok gigi bisa berlubang. Saat saya ke dokter gigi berlubang karena mungkin sering makan makanan suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah, bisa juga karena kekurangan kalsium karena saat itu saya baru saja hamil dan menyusui.

Pengalaman sakit gigi


Suatu malam, saya merasakan sakit gigi lalu saya bertanya pada tetangga saya yang seorang dokter gigi. Dokter gigi tersebut menyarankan untuk langsung datang ke puskesmas.

Lanjut, saya datang ke Puskesmas. Setelah melalui proses prosedur dari puskesmas saya kemudian memasuki ruangan praktik dokter gigi. Rasanya dag dig dug. Hari itu adalah kasus kedua saya tentang keluhan gigi sakit.

Beberapa tahun lalu saya juga pernah merasakan sakit gigi lalu disarankan dokter untuk perawatan saluran akar, walau hanya bertahan 6 tahun saya tetap bersyukur.

Nah kasus yang kedua ini ada di geraham kiri paling besar diantara geraham yang lain.

Lanjut kecerita saat memasuki ruangan saya bertemu tetangga saya yang dokter gigi.

Saya disuruh berbaring di tempat baring, di bagian atas sudah tersedia sinar untuk memberikan cahaya jika dokter sedang melakukan perawatan. Beliau memakai kaos tangan dan masker. Saat itu belum virus korona jadi hal yang lumrah  menggunakan APD di klinik gigu

Kemudian gigiku dicek katanya ada kotoran di gigi terjebak di dalam gigi dan harus dibersihkan . Lalu alat  bor mengebor gigi saya, rasanya ngilu dan takut.

Nah Bu dokter memberikan diagnosa bahwa gigiku sakit bisa saja karena efek hamil dan menyusui sehingga kekurangan kalsium berefek pada gigi. Kata Bu dokter ada kotoran sisa makanan di dalam gigi, sehingga harus di bor sedikit untuk mengeluarkan. Setelah itu gigi saya ditambal sementara dan disuruh seminggu lagi balik untuk menambal permanen jika tak ada masalah.

Seminggu kemudian saya balik ke poli gigi di puskesmas, pas datang kok dokternya tidak ada, lalu gigi saya ditambal oleh asistennya. Selang 6 bulan kemudian, bekas tambalan permanen saya rasanya sakit ada. Rasanya sampai ke saraf dan saya juga demam tidak bisa aktivitas apa apa.

Pergi ke klinik dokter gigi


Lalu saya putuskan ke klinik dokter gigi terdekat. Diagnosa dokter terjadi lubang yang sangat kecil dibekas gigi yang ditambal. Saya bertanya kenapa kok baru enam bulan sudah lubang lagi . Menurutnya tambalan gigi bisa saja rusak, gigi saja bisa rusak apalagi tambalan. Dan beliau menyarankan untuk dibongkar tambalannya ketika sudah tidak sakit lagi.

Saya minum obat dan mematuhi dokter menunggu sakit reda, tapi ditunggu tunggu tidak reda. Waktu itu saya lagi di rumah simbah anak-anak beda kota. Akhirnya saya lanjut ke dokter gigi dekat sana.

Alternatif dokter gigi lain


Diagnosa dokter gigi yang barus saya temui tambalan saya ada infeksi, kurang bersih saat menambal. Wah ternyata beda dokter beda diagnosa. Iya yang penting segera diobati saja sakit gigi ini.

Lanjut ke dokter gigi yang ketiga, karena  dokter gigi yang saya temui kedua itu tidak tahu tempat praktiknya .

Dokter gigi yang ketiga ini saya menyebutnya Bu Lis. Dia mengatakan bahwa gigi saya harus dirawat.  Namanya perawatan saluran akar gigi (PSA) . Jadi gigi saya di bor kemudian ditambal sementara 2-5 hari suruh datang kembali.

Saya berulang kali datang oleh dokter bor lagi dan tambal lagi. Sampai 4-6 kali. Lalu saya konsultasi lagi ke dokter tetangga saya , dokter yang pertama kali saya datangi saya disarankan untuk ronsen gigi karena biasanya ada sesuatu di gigi.

Ketika perawatan gigi gagal, ronsen gigi lalu cabut gigi adalah solusinya


Akhirnya saya lanjut ronsen gigi, panoramic. Kemudian saya konsultasi dengan Bu Lis, lalu disarankan untuk cabut gigi. Sebab saya berkali kali ditambal sementara masih sakit. Berarti gigi sudah tidak menerima dirawat. Jalan terakhir di cabut.

Sedih harus kehilangan salah satu sistem pencernaan. Tapi apa daya, gigi sudah dicabut, harus rajin merawat gigi.

Setelah gigi dicabut apa saran dokter gigi?


Jika sudah terlanjur gigi dicabut alternatifnya gigi harus diberi gigi palsu atau di kawat karena akan berpengaruh pada gigi atas yang telah dicabut. Namun saya putuskan untuk sementara gusi saya biarkan.


Mencegah agar tidak sakit gigi lebih baik daripada menyembuhkan


Bagaimana cara mencegahnya? Menurut dokter gigi saya, sehabis makan harus segera sikat gigi. Baik makan besar maupun kecil, kecuali minum air putih.

Berobat gigi saat pandemi.


Sudah disarankan pemerintah saat pandemi corona berlangsung bisa berobat dengan aplikasi online. Hal ini guna mencegah penularan yang masif. Jika pun terpaksa ke rumah sakit lebih pilih yang interaksinya tidak terlalu banyak dan jangan lupa menggunakan masker, jangan lupa cuci tangan dan jaga jarak.

Ada banyak aplikasi dokter online salah satunya halodoc. Pada situs tersebut kita bisa mencari artikel tentang kesehatan gigi dan penyakit lain. Bisa juga kita chat langsung dengan dokternya.Nah kalau sakit giginya sudah tidak tertahankan atau butuh untuk dilakukan tindakan bisa ke Klinik Niti Dentist Cempaka Putih.


Berobat gigi mandiri di rumah, apa yang harus dilakukan?


Selain berobat gigi ke dokter, untuk meredakan sakit gigi sebelum ke dokter bisa dilakukan sebagai berikut, berikut yang saya kutip dari situs halodoc
  • Berkumur menggunakan air hangat
  • Mengoleskan minyak cengkeh pada gigi yang sakit.
  • Membersihkan sela gigi dengan dental floss.
  • Mengoleskan obat antiseptic yang mengandung benzocaine pada gigi yang terasa sakit
  • Minum obat pereda nyeri yang bisa didapatkan di apotek.
  • Mengompres pipi dengan kompres

Kesimpulan, lebih baik pergi ke dokter gigi dari pada memendam sakit gigi di rumah. Cari sekiranya dokter gigi yang nyaman di hati.



Lanjut membaca →

Sabtu, 19 Oktober 2019

Panas di Usia 6,7,8 bulan, Bisa Jadi Gabaken (Campak)

Sudah 10 harian lalu, Musa panas. Selain panas dia juga lemas, kadang tidak mau minum ASI.

Awalnya saya curiga dia kena gabaken atau campak. Soalnya di usia segini anak teman juga kena campak. Tapi saya pikir dia juga kena ain, soalnya habis keluar jalan2, banyak orang yang gemas sama Musa.

Dua hari panas, dia lemas langsung bawa ke UGD. Di tanya macam2, masih mau makan? Aku jawab masih. Masih mau minum? Aku jawab masih.

" Ya sudah ini saya kasih obat kalau tidak turun panasnya besok di opname". Kata dokter jaga.

Minum obat paracetamol dan antibiotik sudah, panas masih belum turun. Di rumah harus sedia termometer biar bisa cek suhu. Di tunggu2 kayaknya dia gak ada tanda2 flu atau batuk. Mau di opname kok gak tega. Tanya dokter anak dululah.

Hari ketiga langsung bawa ke dokter anak di Salah satu dokter di Solo. Datang jam 4 lebih dapat antrian nomor 3 Alhamdulillah.

Sama perawat/asisten dokter di cek suhunya sampai 40 derajat celcius. langsung di suruh minum paracetamol kemudian turun di 38 derajat.

Setelah nunggu antrian dan nunggu panggilan akhirnya kami di panggil. Baru masuk sudah dibentak. Ini apaan bawa obat banyak banget. Syok aku tuh.

Gini bu ini kemarin dr UGD , dikasih obat ini ada 2. Yang satu itu ibuprofen penurun  panas rasanya manis, kl pakai yg dr RS dia kemarin muntah.

Dokternya jawab saya lebih suka ini. nunjuk obat paracetamol dr RS. Lah emang kenapa Bu? Kalau yg ini( nunjuk ibuprofen) kalau gak cocok bisa mules perut, dan pendarahan usus.

 Waduwh kok horor ya. Ya sudah manut dokter.

Kemudian Musa di cek dada, mulut.

Lalu saya tanya, kira2 kenapa2 gak dok? diagnosanya apa?

"Ya namanya panas 40 derajat ya kenapa2 to, pasti ada apa2". Kata dokter.

Ini saya kasih obat. Nanti kalau 2 hari gak turun panasnya di opname saja.

Oh hari apa ya dok.?

Ya dua hari setelah hari ini?

Maksudnya hari apa, Sabtu?

ya dua hari dihitung hari ini. Jawab ia ketus.

Oh begitu jadi harus di opname ya dok besok kalau gak turun panasnya? Tanyaku.

"Ya mau di opname hari ini ya gak papa. Lha situ katanya mau di obatin dulu. Jadi tunggu 2 hari lagi kalau gak turun panas ya di opname." Kata dokter itu

Dalam hatiku aku ya sudah tahu bu, kalau panas 4 hari gak turun harus segera cek lab. Ya namanya ibu butuh kepastian dari dokter yg spesalis. Gitu aja kok sewot amat.

Kemudian di kasih obat. Pas di asisten. saya tanya loh mbak ini apa? antibotik sama obat batuk. Jawabnya.

Aku tanya la tadi antibiotiknya suruh lanjutin dr RS. Kemudian asisten yang satunya lagi menanyakan  pada dokter. Mau dilanjutin gak papa , atau langsung obat ini gak papa.

saya bingung. Sama Asistennya mbak minumin dari obat sini saja kalau percaya sini.

Oh gitu ya mbak. baik.

Jangan lupa paracetamol di minum tiap 5 jam sekali. Sehari bisa 4 atau 5 kali. Minumnya yang banyak soalnya panas.

Masih panas juga malamnya. Parahnya gak mau ASI, tambah bingung. Kemudian anakku di gendong nenek sambil di kasih air minum air zam zam. Aku merah ASi biar dia mau minum sambil di sendokin.

Keesokannya masih lemas. Pas ke Posyandu dia disuruh cek lab sama bidan. Aku pikir tunggu dulu aja, dikasih waktu sampai sabtu kok sama dokter.

Alhamdulillah siangnya turun panas. Tapi pas sore kok agak dingin banget. Di cek suhu 37,8 C .

Sabtunya, pas mau ngantar om-nya ijab dia sudah sehat. Tapi muncul bintik2 merah. Kata tantenya oh ni Musa gabagen.

Wah padahal jadwal imunisasi nanti usia  9 bulan ni usia 7 bulan dah kena. Beda dengan kakaknya, usia 3 tahun baru kena gabagen. Tapi ya ada beda dikit di imunisasi sama belum, kalau kakaknya cuma bintik2 merah dikit di tangan.

Kalau adik di muka , tangan, tubuh. Dua harian baru hilang tak kasih caladine dan minyak zaitun.

Kesimpulan

Hati2 bahwa  penyakit ain itu ada.

diagnosa awalku gabagen n kena ain. Oh ya walaupun kita pikir dia kena ain kita tidak boleh suudzon sama orang. Kalau dhohirnya panas ya harus di obatin. Obatin ke dokter.

Dokter anak jangan judes2. 

Jika anak panas langsung bawa ke nakes

Sedia Paracetamol dan termometer

Cari jawaban lain dari dokter satu ke dokter lain untuk masalah diagnosa atau opname.

imunisasi tidak jaminan tidak di serang virus tapi bisa mengurangi efek virus.
Lanjut membaca →
Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates