Sabtu, 19 Oktober 2019

Panas di Usia 6,7,8 bulan, Bisa Jadi Gabaken (Campak)

Sudah 10 harian lalu, Musa panas. Selain panas dia juga lemas, kadang tidak mau minum ASI.

Awalnya saya curiga dia kena gabaken atau campak. Soalnya di usia segini anak teman juga kena campak. Tapi saya pikir dia juga kena ain, soalnya habis keluar jalan2, banyak orang yang gemas sama Musa.

Dua hari panas, dia lemas langsung bawa ke UGD. Di tanya macam2, masih mau makan? Aku jawab masih. Masih mau minum? Aku jawab masih.

" Ya sudah ini saya kasih obat kalau tidak turun panasnya besok di opname". Kata dokter jaga.

Minum obat paracetamol dan antibiotik sudah, panas masih belum turun. Di rumah harus sedia termometer biar bisa cek suhu. Di tunggu2 kayaknya dia gak ada tanda2 flu atau batuk. Mau di opname kok gak tega. Tanya dokter anak dululah.

Hari ketiga langsung bawa ke dokter anak di Salah satu dokter di Solo. Datang jam 4 lebih dapat antrian nomor 3 Alhamdulillah.

Sama perawat/asisten dokter di cek suhunya sampai 40 derajat celcius. langsung di suruh minum paracetamol kemudian turun di 38 derajat.

Setelah nunggu antrian dan nunggu panggilan akhirnya kami di panggil. Baru masuk sudah dibentak. Ini apaan bawa obat banyak banget. Syok aku tuh.

Gini bu ini kemarin dr UGD , dikasih obat ini ada 2. Yang satu itu ibuprofen penurun  panas rasanya manis, kl pakai yg dr RS dia kemarin muntah.

Dokternya jawab saya lebih suka ini. nunjuk obat paracetamol dr RS. Lah emang kenapa Bu? Kalau yg ini( nunjuk ibuprofen) kalau gak cocok bisa mules perut, dan pendarahan usus.

 Waduwh kok horor ya. Ya sudah manut dokter.

Kemudian Musa di cek dada, mulut.

Lalu saya tanya, kira2 kenapa2 gak dok? diagnosanya apa?

"Ya namanya panas 40 derajat ya kenapa2 to, pasti ada apa2". Kata dokter.

Ini saya kasih obat. Nanti kalau 2 hari gak turun panasnya di opname saja.

Oh hari apa ya dok.?

Ya dua hari setelah hari ini?

Maksudnya hari apa, Sabtu?

ya dua hari dihitung hari ini. Jawab ia ketus.

Oh begitu jadi harus di opname ya dok besok kalau gak turun panasnya? Tanyaku.

"Ya mau di opname hari ini ya gak papa. Lha situ katanya mau di obatin dulu. Jadi tunggu 2 hari lagi kalau gak turun panas ya di opname." Kata dokter itu

Dalam hatiku aku ya sudah tahu bu, kalau panas 4 hari gak turun harus segera cek lab. Ya namanya ibu butuh kepastian dari dokter yg spesalis. Gitu aja kok sewot amat.

Kemudian di kasih obat. Pas di asisten. saya tanya loh mbak ini apa? antibotik sama obat batuk. Jawabnya.

Aku tanya la tadi antibiotiknya suruh lanjutin dr RS. Kemudian asisten yang satunya lagi menanyakan  pada dokter. Mau dilanjutin gak papa , atau langsung obat ini gak papa.

saya bingung. Sama Asistennya mbak minumin dari obat sini saja kalau percaya sini.

Oh gitu ya mbak. baik.

Jangan lupa paracetamol di minum tiap 5 jam sekali. Sehari bisa 4 atau 5 kali. Minumnya yang banyak soalnya panas.

Masih panas juga malamnya. Parahnya gak mau ASI, tambah bingung. Kemudian anakku di gendong nenek sambil di kasih air minum air zam zam. Aku merah ASi biar dia mau minum sambil di sendokin.

Keesokannya masih lemas. Pas ke Posyandu dia disuruh cek lab sama bidan. Aku pikir tunggu dulu aja, dikasih waktu sampai sabtu kok sama dokter.

Alhamdulillah siangnya turun panas. Tapi pas sore kok agak dingin banget. Di cek suhu 37,8 C .

Sabtunya, pas mau ngantar om-nya ijab dia sudah sehat. Tapi muncul bintik2 merah. Kata tantenya oh ni Musa gabagen.

Wah padahal jadwal imunisasi nanti usia  9 bulan ni usia 7 bulan dah kena. Beda dengan kakaknya, usia 3 tahun baru kena gabagen. Tapi ya ada beda dikit di imunisasi sama belum, kalau kakaknya cuma bintik2 merah dikit di tangan.

Kalau adik di muka , tangan, tubuh. Dua harian baru hilang tak kasih caladine dan minyak zaitun.

Kesimpulan

Hati2 bahwa  penyakit ain itu ada.

diagnosa awalku gabagen n kena ain. Oh ya walaupun kita pikir dia kena ain kita tidak boleh suudzon sama orang. Kalau dhohirnya panas ya harus di obatin. Obatin ke dokter.

Dokter anak jangan judes2. 

Jika anak panas langsung bawa ke nakes

Sedia Paracetamol dan termometer

Cari jawaban lain dari dokter satu ke dokter lain untuk masalah diagnosa atau opname.

imunisasi tidak jaminan tidak di serang virus tapi bisa mengurangi efek virus.
Lanjut membaca →

Senin, 30 September 2019

Belajar Membuat Fu yung hai yang Gampang

Jika kamu klik fu yung hai di google, nanti akan banyak website yang menjelaskan fu yung hai. Selain itu akan kamu dapati banyak resep yang dapat dipraktekkan.

Pertama kali makan fu yung hai sekitar 1 atau 2 tahun lalu. Beli nya di warung makan yang jualan masakan khas tionghoa. Mulai dari capcay, paklay, fuyunghai ada lagi nasi goreng dll. Jadi warung makannya menghadirkan menu beraneka ragam.


Fu yung hai ala suciana 


Pernah ikutan suami beli capcay nunggunya lama sekali, karena saking banyaknya yang antri. Bahkan ada yang ditinggal dulu nanti balik lagi.

Suatu saat bosan beli capcay lalu belilah fu yung hai. Fu yung hai ini merupakan makanan yang terbuat dari telur dadar kemudian ada isian campuran daging atau sayur. Diberi saos asam manis atau yang lain.

Kalau disuruh buat persis saya sendiri tidak bisa. Saya hanya bisa meniru sedikit dan saya modifikasi resep seperlunya.

Mohon maaf jika ternyata resep saya ini salah.

melanjutkan kisah yang tadi. Saya membuatnya mirip seperti yang saya beli. Isiannya ada sayur wortel, bawang bombay, jamur kuping.

Karena saya bingung akhirnya saya buka resep di search engine. Ketemulah yang saya anggap mudah.

Bahan 1
3 butir telor ayam
bawang bombay,
bawang putih
garam
daun bawang
tepung tapioka+ tepung terigu
(di resep yg saya contoh gak pakai terigu)
harusnya ada ayam atau daging cincang karena tidak punya diskip saja.

bahan 2
bahan saos
bawang bombay
bawang putih
daun bawang
cabe- dikit saja ikutan yang punya resep, ditiadakan juga gak papa
tomat-isi dihilangkan
jamur kuping
gula
garam
saos tomat-instan
kecap - tambahan dr saya
saos tiram-tambahan dari saya
tepung tapioka atau maizena buat pengental.
penyedap makanan-saya pakai magic, bisa kaldu jamur dll

Cara memasak:

Bahan 1 campur semua jadi satu, tepung tapioka dikasih air dikit saja biar tidak menggumpal kalau diaduk.

Siapkan wajan penggorengan, minyak yang banyak biar telur dapat tenggelam

Goreng..sreng. bolak balik. Matang. Sajikan dipiring.

Bahan saos
Iris semua bahan. Untuk bawang putih di geprek saja tujuan biar irit tidak uleg2 cucian jadi dikit.

Tumis bawang putih, bawang bombai.

Masukkan sayuran2 aduk2 sampai layu. Jangan lama2 biar gak lembek. Jangan over cook.

Masukkan air beserta tepung.

Tambahkan bumbu2, aduk2. Matang. Siap di siram ke adonan telur.

Estimasi biaya
Telur 3 4500
daun bawang 500 - Saya beli 1000 dipakai separo
jamur kuping 2000- Saya beli 4000 rb dipakai separo
bawang bombay 2000
yang lain dianggap sudah ada di dapur

Beli di warung 25-30k
Lanjut membaca →

Sabtu, 20 Juli 2019

Mengatasi ASI Seret dan BB Bayi Rendah

Kalau ASI seret gimana?

Kemarin BB anakku naiknya dikit, kalau di KMS di bawah garis merah, berbeda dengan kakaknya yang di garis hijau.

Setiap posyandu dan imunisasi selalu dinasehatin agar menaikkan BB anak.

Pertama waktu imunisasi BCG, bu Bidan sempat kaget dan di suruh ke bidang gizi. Sampai di Bagian gizi anak, bidan tanya kapan lahirnya? terus kapan HPL nya, nah bidannya bilang kalau dihitung dari HPLnya.. ya sudah HPL nya kan 4 Maret dia lahirnya februari. Setelah di timbang BB nya 3,3 kg kalau ideal 3,4 kg. Alhamdulillah kurang dikit.

Tidak semenakutkan di KMS yg di bawah garis merah..

Bulan berikutnya imunisasi DPT di Gemolong. Eh bidan sana bilang anakku kayak Orang Arab, eah ngaco kali ga hhhh.. di sana juga dimarahin bidan katanya BB nya kurang 1 kg, di suruh ke dokter anak. Waktu itu BB nya 4 kg saja harusnya 5 kg.

Nah kemudian beberapa hari ke Posyandu di Gemolong, sama Bidan desa juga dimarahin lagi, BB nya kurang. eh disuruh minum susu pregnan biar BB naik , di suruh merah ASI juga, selain itu di suruh makan bergizi lauk hewani dan nabati, di suruh ke dokter juga.

Akhirnya aku tanya saja ke dokter, tapi temanku dokter umum. Kata dia ASInya mungkin gak dapat ASI yang kental, atau menyusuinya gak sampai kosong.

Di kasih tahu kalau mau ASI nya banyak tiap malam di pompa 3 kali selama 10 menit berturut2 3 sampai 4 hari.

Ya aku jalani saja, tapi kok di perah tangan capek, akhirnya beli elektrik.. Jadi ASI sedikit itu di perah biar produksi terus.

Gak keluar ASI ya tetap di perah terus..

Alhasil hari ke 4 produksi meningkat.

Alhamdulillah sekarang sudah normal BBnya..

4,5 bulan 6,5 kg

aku pakai merk claire yg harga 300 an ribu.. bisa nabung dari sekarang bagi yang sedang hamil atau baru menyusui. Mau kasih review tentang pompa ini..

Mesin di atas dot, suara agak brisik sedikit, ada pengatur pelan atau cepat, mesin bisa di charge.
Lanjut membaca →

Rabu, 21 November 2018

Tema Blog : Traveling dan Kuliner

Jalan jalan ke Sondokoro Tasikmadu

Bismillah

Menulis blog tentang Traveling dan kuliner memang asyik. Selain mudah menulisnya kita punya portofolio tulisan kita dan yang terpenting bermanfaat bagi orang lain. Selain itu juga google friendly karena sering di search di google terutama kuliner...

Tema Traveling

Untuk menulis blog tema ini cukup mudah tinggal kita ceritakan kembali traveling yang kita lakukan. Atau kalau jarang jalan jalan atau traveling bisa menceritakan kembali tempat wisata yang sudah di tulis orang lain.

Mengapa cukup mudah mengambil tema ini? Karena kita hanya butuh menceritakan kembali saat kita piknik. Jadi jalan ceritanya mengalir saja. Contohnya kapan kita melakukan travelinh, bagaimana perjalanan menuju tempata wisata, lalu ada apa saja di sana, kenang kenangan yang bisa di ambil saat berwisata disana. Kemudian budget yang di keluarkan.

Saya sering nulis di blog ini tema wisata, jalan jalan atau traveling. Bahkan jalan jalan dengan budget rendah pun bisa menjadi tulisan yang bermanfaat. Contoh pergi ke Museum. Saya rasa banyak museum yang bisa di kunjungi dengan budget murah. Pun bisa mendapat pengetahuan serta pengalaman yang berharga. Bisa juga memberikan informasi bagi orang lain. Utamanya dedek dedek yang biasa piknik kalau liburan semesteran.

Traveling memang terkadang tidak bisa di pisahkan dengan kuliner. Selain berwisata kadang kita sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kita bisa sekaligus berkuliner saat wisata. Selain mengisi kekosongan perut, kuliner bisa juga di posting di medsos. Biasanya tema kiliner lebih banyak menghiasai instagram karena post poto yang instagramable merupakan kepuasan sendiri.

Tema Kuliner

Namun jika kita menulis di blog tentang kuliner itu juga lebih bermanfaat. Menulisnya pun mudah
bisa dengan kulineran di daerah masing masing. Atau bisa kulineran saat keluar daerah. Tak hanya itu tema kuliner bisa di buat sendiri dengan memasak resep yang ada. Misal Tomyam Ala ummi ibrahim. Atau lain lain. Mudah kan?


Lanjut membaca →
Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates