Sabtu, 25 Juli 2020

Pengalaman Sakit Gigi, Lebih Baik Pergi Ke Dokter atau Berobat Mandiri

Share it Please
Siapa yang pernah merasakan sakit gigi? Sakit gigi itu rasanya sampai bisa bikin demam tapi orang lain gak bakalan menjenguk kamu.  Sakit gigi ada banyak penyebabnya, yang paling sering diakibatkan oleh bakteri.

Penyebab lain sakit gigi, antara lain


  • Akumulasi sisa-sisa makanan di antara gigi kamu, terutama bila gigi memiliki ruang di antara mereka.
  • Peradangan atau infeksi pada akar gigi atau di gusi.
  • Tiba-tiba mengalami patah gigi.
  • Abses periodontal.
  • Pembengkakan gusi akibat gigi tumbuh.
  • Sinusitis.

Tempat ronsen gigi

Sakit gigi karena gigi berlubang


Mengapa kok gigi bisa berlubang. Saat saya ke dokter gigi berlubang karena mungkin sering makan makanan suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah, bisa juga karena kekurangan kalsium karena saat itu saya baru saja hamil dan menyusui.

Pengalaman sakit gigi


Suatu malam, saya merasakan sakit gigi lalu saya bertanya pada tetangga saya yang seorang dokter gigi. Dokter gigi tersebut menyarankan untuk langsung datang ke puskesmas.

Lanjut, saya datang ke Puskesmas. Setelah melalui proses prosedur dari puskesmas saya kemudian memasuki ruangan praktik dokter gigi. Rasanya dag dig dug. Hari itu adalah kasus kedua saya tentang keluhan gigi sakit.

Beberapa tahun lalu saya juga pernah merasakan sakit gigi lalu disarankan dokter untuk perawatan saluran akar, walau hanya bertahan 6 tahun saya tetap bersyukur.

Nah kasus yang kedua ini ada di geraham kiri paling besar diantara geraham yang lain.

Lanjut kecerita saat memasuki ruangan saya bertemu tetangga saya yang dokter gigi.

Saya disuruh berbaring di tempat baring, di bagian atas sudah tersedia sinar untuk memberikan cahaya jika dokter sedang melakukan perawatan. Beliau memakai kaos tangan dan masker. Saat itu belum virus korona jadi hal yang lumrah  menggunakan APD di klinik gigu

Kemudian gigiku dicek katanya ada kotoran di gigi terjebak di dalam gigi dan harus dibersihkan . Lalu alat  bor mengebor gigi saya, rasanya ngilu dan takut.

Nah Bu dokter memberikan diagnosa bahwa gigiku sakit bisa saja karena efek hamil dan menyusui sehingga kekurangan kalsium berefek pada gigi. Kata Bu dokter ada kotoran sisa makanan di dalam gigi, sehingga harus di bor sedikit untuk mengeluarkan. Setelah itu gigi saya ditambal sementara dan disuruh seminggu lagi balik untuk menambal permanen jika tak ada masalah.

Seminggu kemudian saya balik ke poli gigi di puskesmas, pas datang kok dokternya tidak ada, lalu gigi saya ditambal oleh asistennya. Selang 6 bulan kemudian, bekas tambalan permanen saya rasanya sakit ada. Rasanya sampai ke saraf dan saya juga demam tidak bisa aktivitas apa apa.

Pergi ke klinik dokter gigi


Lalu saya putuskan ke klinik dokter gigi terdekat. Diagnosa dokter terjadi lubang yang sangat kecil dibekas gigi yang ditambal. Saya bertanya kenapa kok baru enam bulan sudah lubang lagi . Menurutnya tambalan gigi bisa saja rusak, gigi saja bisa rusak apalagi tambalan. Dan beliau menyarankan untuk dibongkar tambalannya ketika sudah tidak sakit lagi.

Saya minum obat dan mematuhi dokter menunggu sakit reda, tapi ditunggu tunggu tidak reda. Waktu itu saya lagi di rumah simbah anak-anak beda kota. Akhirnya saya lanjut ke dokter gigi dekat sana.

Alternatif dokter gigi lain


Diagnosa dokter gigi yang barus saya temui tambalan saya ada infeksi, kurang bersih saat menambal. Wah ternyata beda dokter beda diagnosa. Iya yang penting segera diobati saja sakit gigi ini.

Lanjut ke dokter gigi yang ketiga, karena  dokter gigi yang saya temui kedua itu tidak tahu tempat praktiknya .

Dokter gigi yang ketiga ini saya menyebutnya Bu Lis. Dia mengatakan bahwa gigi saya harus dirawat.  Namanya perawatan saluran akar gigi (PSA) . Jadi gigi saya di bor kemudian ditambal sementara 2-5 hari suruh datang kembali.

Saya berulang kali datang oleh dokter bor lagi dan tambal lagi. Sampai 4-6 kali. Lalu saya konsultasi lagi ke dokter tetangga saya , dokter yang pertama kali saya datangi saya disarankan untuk ronsen gigi karena biasanya ada sesuatu di gigi.

Ketika perawatan gigi gagal, ronsen gigi lalu cabut gigi adalah solusinya


Akhirnya saya lanjut ronsen gigi, panoramic. Kemudian saya konsultasi dengan Bu Lis, lalu disarankan untuk cabut gigi. Sebab saya berkali kali ditambal sementara masih sakit. Berarti gigi sudah tidak menerima dirawat. Jalan terakhir di cabut.

Sedih harus kehilangan salah satu sistem pencernaan. Tapi apa daya, gigi sudah dicabut, harus rajin merawat gigi.

Setelah gigi dicabut apa saran dokter gigi?


Jika sudah terlanjur gigi dicabut alternatifnya gigi harus diberi gigi palsu atau di kawat karena akan berpengaruh pada gigi atas yang telah dicabut. Namun saya putuskan untuk sementara gusi saya biarkan.


Mencegah agar tidak sakit gigi lebih baik daripada menyembuhkan


Bagaimana cara mencegahnya? Menurut dokter gigi saya, sehabis makan harus segera sikat gigi. Baik makan besar maupun kecil, kecuali minum air putih.

Berobat gigi saat pandemi.


Sudah disarankan pemerintah saat pandemi corona berlangsung bisa berobat dengan aplikasi online. Hal ini guna mencegah penularan yang masif. Jika pun terpaksa ke rumah sakit lebih pilih yang interaksinya tidak terlalu banyak dan jangan lupa menggunakan masker, jangan lupa cuci tangan dan jaga jarak.

Ada banyak aplikasi dokter online salah satunya halodoc. Pada situs tersebut kita bisa mencari artikel tentang kesehatan gigi dan penyakit lain. Bisa juga kita chat langsung dengan dokternya.Nah kalau sakit giginya sudah tidak tertahankan atau butuh untuk dilakukan tindakan bisa ke Klinik Niti Dentist Cempaka Putih.


Berobat gigi mandiri di rumah, apa yang harus dilakukan?


Selain berobat gigi ke dokter, untuk meredakan sakit gigi sebelum ke dokter bisa dilakukan sebagai berikut, berikut yang saya kutip dari situs halodoc
  • Berkumur menggunakan air hangat
  • Mengoleskan minyak cengkeh pada gigi yang sakit.
  • Membersihkan sela gigi dengan dental floss.
  • Mengoleskan obat antiseptic yang mengandung benzocaine pada gigi yang terasa sakit
  • Minum obat pereda nyeri yang bisa didapatkan di apotek.
  • Mengompres pipi dengan kompres

Kesimpulan, lebih baik pergi ke dokter gigi dari pada memendam sakit gigi di rumah. Cari sekiranya dokter gigi yang nyaman di hati.



2 komentar:

  1. katanya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati hihi

    tapi sebaiknya jangan sakit dua-duanya, apa lagi di tengah pandemi ini, agak rawan kalau harus pergi keluar rumah atau ke rumah sakit.

    terima kasih buat infonya mba suci :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak enak dua duanya mbak. Iya mbak berusaha agar tidak sakit selalu jaga kesehatan dan kebersihan

      Hapus

Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates