Sabtu, 01 Agustus 2020

Rumah Kontrak di Gemolong : Grand City Park

Share it Please

Pengalaman Tinggal di Perumahan Grand City Park Gemolong Sragen

Putri, tetanggaku waktu mengontrak di Godekan Gemolong mengirimi pesan, bahwa saya harus berkemas karena rumah yang kami kontrak mau dipakai oleh yang punya.

Waktu itu kami memang berencana pindah, tetapi tidak secepat itu, kami masih libur lebaran di rumah Mbah Ngawi, langsung disuruh berkemas. Kaget iya.

Rumah Grand City Park

Suami sesegera mencari info dan mencari kontrakan yang ada di Gemolong. Jatah liburan ke Mbah Ngawi akhirnya terpotong karena kami harus berkemas barang-barang.

Akhirnya kami pulang dari Ngawi singgah di Simbah Karanganyar dahulu sampai dapat kontrakan lagi.

Alhamdulillah suami sudah dapat kontrakan tepatnya bulan Juli 2018 kami melakukan pindahan besar-besaran. Saat memulai hidup baru di Grand city park. Rumah kontrakan kami listrik air mati, tapi kami perbaiki. Watafel rusak kami perbaiki, dan masih banyak lain yang kami perbaiki mengganti lampu mati dll.

Tahun pertama kontrak di perum grand city bagian belakang belum ditutup tapi tahun kedua sudah ditutup alhamdulillah.

Kami mengontrak sekitar 7 juta awalnya, belum dana perbaikan masih banyak.

Selama kurang lebih kurun 2018-2020 kami menghabiskan waktu di sana.

Tetangganya baik baik masyaallah. Di samping saya ada Mamah Nita, Nita ini seumuran dengan Ibrahim jadi kadang bermain.

Depan rumah pas awalnya ada Bu Yogi , 2 anak, dan 1 ART. Anak yang kecil namanya Abi, ini juga teman bermain anak saya, tapi dia pindah lalu ada lagi yg ngontrak.

Depan agak kiri ada bu bidan dan anaknya namanya Shaqila, teman sebaya Ibrahim.

Lalu samping kiri ada bu guru. Sebelah kiri ada Mbak Chaca, anaknya namanya Keyla.

Depan kanan ada mushola yang baru saja selesai di bangun. Dulu nya awal kesana masih kebon, tapi dua tahun kemudian sudah jadi mushola.

Saya tinggal di gang selatan. Ada Mami akio, Mbak indah sani, Mbak Tini, buk dokter gigi, Mbah yono, Mamah nita, Mbak kiki, Mbak caca dan lainnya lupa.

Kalau di gang utara ada Pak polisi, Mbak Yenny, Mbak Watik juragan galon, Mbak Dita, Mbak Nana, Bu Mingun, Bu ragil, Mbak Tiara, Mbak Titis , Bu budi, Bu narso dll.

Rozin collection nama toko online saya juga stok baju di rumah sini. Sampai umpel-umpelan alhamdulillah. Kami juga menyambi jualan baju muslim.

Untuk kegiatan sosial ada pertemuan RT bapak-bapak dan ibu-ibu sendiri sendiri. Ada pertemuan bapak-bapak perumahan, ada juga pertemuan ibu ibu khusus perumahan. Pertemuan ibu ibu perumahan dilaksanakan malam hari bergilir tiap bulan siapa yang dapat arisan. Biasanya ada iuran 40 ribu. Kalau ikut arisan dan menabung bisa menyesuaikan.

Untuk sampah biasa diambil pak satpam uang sampah minimal 20 rb diatas itu boleh boleh saja. Nah kalau bisa dikasih pas atau lebih ndak papa tapi diingat-ingat saja dikasih berapa bulan itu biar gak salah.

Waktu awal tinggal di sana Musa belum lahir, dan lahir tahun 2019. Sekarang Musa sudah bisa jalan. Akhir-akhir mau pindah dia bisa jalan. Senangnya kesana kemari memanggil Mi, Mi, Mi

Kejadian paling heboh itu kejadian ambruknya  aula di taman, bersamaan dengan kasus aula SMK Miri yang ambruk.

Sekarang 2020 bulan Juli, kami sudah pindah ke Pendem dekat dengan pondok. Semoga hidup di sini berkah aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Developed by Suciana | Designed By Templateism | Seo Blogger Templates